Perkuat Kompetensi Guru Hadapi Tantangan Zaman, Ponpes Darul Iman Lingga Awali Raker dengan Seminar Pengembangan SDM
LINGGA — Pondok Pesantren Darul Iman memulai Rapat Kerja (Raker) Sumber Daya Manusia (SDM) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan menggelar seminar pendidikan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (10/7/2026) pagi.
Seminar berlangsung di Desa Batu Kacang, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau. Seluruh rangkaian kegiatan menjadi bagian dari persiapan menyambut tahun ajaran baru.
Panitia menghadirkan Rica Irma Dhiyanti, S.Kom., S.H., M.Si., C.Ht., sebagai narasumber utama. Ia dikenal sebagai konselor, coach, mediator nonhakim, sekaligus licensed STIFIn Trainer.
Kehadirannya memberikan wawasan tentang pengembangan kualitas sumber daya manusia. Materi yang disampaikan disesuaikan dengan kebutuhan dunia pendidikan saat ini.
Seminar diikuti oleh seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan Pondok Pesantren Darul Iman. Para peserta mengikuti kegiatan sejak awal hingga akhir.
Mereka memperoleh materi sekaligus motivasi untuk meningkatkan kapasitas diri. Antusiasme peserta terlihat selama sesi berlangsung.
Penyelenggara menjadikan seminar sebagai bagian penting dalam agenda rapat kerja. Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan pesantren.
Selain itu, seminar juga menjadi ruang refleksi bagi para pendidik. Harapannya, seluruh SDM mampu menghadapi perkembangan dunia pendidikan yang terus berubah.
Dalam pemaparannya, Rica Irma Dhiyanti menekankan pentingnya peningkatan kompetensi secara berkelanjutan. Menurut dia, seorang pendidik tidak boleh berhenti belajar.
Kemampuan diri harus terus diasah agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman. Proses tersebut dimulai dengan mengenali potensi yang dimiliki.
Guru, menurutnya, memiliki tanggung jawab untuk terus bertumbuh. Dengan begitu, proses pembelajaran akan semakin berkualitas.
Rica mengatakan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada perkembangan peserta didik. Guru juga harus menjadi pribadi yang terus belajar sepanjang hayat.
Kesediaan memperbaiki diri menjadi modal utama dalam menjalankan tugas sebagai pendidik. Sikap tersebut akan berdampak pada kualitas pembelajaran.
“Guru yang hebat bukanlah guru yang mengetahui segalanya, tetapi guru yang terus belajar mengenali dirinya dan mengembangkan potensi yang Allah titipkan kepadanya,” ujar Rica di sela-sela acara.
Ia berharap seluruh pendidik mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam aktivitas sehari-hari. Menurut dia, perubahan besar selalu diawali dari perubahan pada diri sendiri.
Guru yang berkembang akan melahirkan peserta didik yang lebih baik. Karena itu, pengembangan diri harus menjadi budaya di lingkungan sekolah.
Rica juga menyampaikan harapannya kepada Pondok Pesantren Darul Iman. Ia menilai pesantren memiliki peluang besar untuk terus berkembang.
Penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci kemajuan lembaga. Upaya tersebut harus dilakukan secara berkesinambungan.
Menurut dia, lembaga pendidikan Islam perlu mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Kualitas layanan pendidikan harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter peserta didik.
Dengan demikian, pesantren dapat melahirkan lulusan yang berdaya saing. Nilai-nilai keislaman tetap menjadi fondasi utama.
Menurutnya, seminar tersebut memberikan manfaat yang besar bagi lingkungan pesantren. Kegiatan itu juga memperkaya wawasan para pendidik.
Muliadi menilai materi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan lembaga pendidikan saat ini. Para pendidik, kata dia, membutuhkan pembekalan untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
Seminar tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan. Hasilnya diharapkan dapat dirasakan dalam proses belajar mengajar.
“Kami berharap ilmu dan pengalaman yang dibagikan dapat memperkuat profesionalisme, keikhlasan, dan semangat seluruh SDM dalam menjalankan amanah sebagai pendidik,” kata Muliadi.
Ia menambahkan bahwa rapat kerja bukan sekadar agenda tahunan. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyatukan visi seluruh sumber daya manusia di lingkungan pesantren.
Kolaborasi dan inovasi harus terus diperkuat. Seluruh civitas akademika diharapkan bergerak menuju tujuan yang sama.
Melalui seminar dan rapat kerja tersebut, Pondok Pesantren Darul Iman menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Pengembangan kompetensi tenaga pendidik menjadi salah satu prioritas utama. Langkah itu diharapkan mampu memperkuat kualitas layanan pendidikan Islam.
Dengan demikian, pesantren dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.