Anak Melawan dan Membantah Orang Tua, Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua?
Pertanyaan:
Anak Melawan dan Membantah Orang Tua, Apa yang Harus Dilakukan?
Bu Ica, saya memiliki anak yang sekarang sudah beranjak remaja. Akhir-akhir ini ia sering membantah ketika dinasihati, tidak mau mendengarkan, bahkan kadang berbicara dengan nada yang tinggi kepada saya dan ayahnya. Kami merasa sedih dan bingung karena dulu anak kami tidak seperti ini. Apa yang menyebabkan anak melawan orang tua dan bagaimana cara mengatasinya?
Jawaban:
Di Balik Anak Melawan Orang Tua Ada Luka Batin yang Perlu Dipahami
Perilaku melawan orang tua tentu membuat hati ayah dan ibu terluka. Apalagi ketika anak yang selama ini dibesarkan dengan penuh kasih sayang tiba-tiba menjadi suka membantah, sulit diatur, atau berbicara dengan nada yang tidak sopan.
Namun sebelum memberi label anak sebagai nakal, ada baiknya orang tua mencoba memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi di balik perilaku tersebut.
Sering kali anak yang melawan bukan karena ia membenci orang tuanya. Bisa jadi ia sedang menyimpan kekecewaan, merasa tidak dipahami, mengalami tekanan dari lingkungan, atau sedang berjuang menghadapi perubahan emosi yang belum mampu ia kelola dengan baik.
Sebagian anak juga belajar bahwa membantah adalah cara untuk mendapatkan perhatian. Ketika hubungan emosional dengan orang tua mulai renggang, anak bisa menunjukkan protesnya melalui perilaku yang menentang.
Tidak sedikit pula anak yang tumbuh dalam suasana rumah yang penuh bentakan, kritik, atau pertengkaran. Tanpa disadari, mereka kemudian meniru cara komunikasi yang sama ketika menghadapi orang tuanya.
Karena itu, menghadapi anak yang melawan tidak cukup hanya dengan hukuman atau kemarahan. Orang tua perlu mencari akar masalahnya. Cobalah bertanya kepada diri sendiri. Kapan perilaku ini mulai muncul?
Apakah ada perubahan dalam lingkungan pergaulannya? Apakah anak sedang mengalami masalah di sekolah? Apakah selama ini ia merasa didengar dan dipahami oleh orang tuanya?
Semakin besar usia anak, semakin penting bagi orang tua untuk membangun komunikasi dua arah. Anak tidak hanya ingin diperintah, tetapi juga ingin dihargai pendapat dan perasaannya.
Tegas tetap diperlukan, tetapi ketegasan berbeda dengan kemarahan. Anak perlu mengetahui batasan yang jelas, sekaligus merasakan bahwa orang tuanya tetap mencintai dan menerimanya.
Dalam banyak kasus, ketika hubungan emosional antara orang tua dan anak membaik, perilaku melawan biasanya ikut berkurang secara bertahap.
Ingatlah bahwa tujuan utama bukan sekadar membuat anak patuh, melainkan membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang mampu menghormati orang tua karena kesadaran, bukan karena rasa takut.
Jadi, ketika anak melawan orang tua, fokuslah terlebih dahulu pada memahami penyebabnya. Perilaku yang terlihat sering kali hanyalah gejala. Sedangkan akar masalahnya bisa berada jauh lebih dalam.
Anda mengalami kesulitan menghadapi anak yang suka membantah, mudah marah, sulit diatur, atau hubungan orang tua dan anak semakin renggang?
Konseling keluarga bersama Rica Irma Dhiyanti dapat membantu Anda memahami akar masalah, memperbaiki komunikasi dalam keluarga, serta membangun kembali hubungan yang lebih hangat dan harmonis antara orang tua dan anak.
Pendaftaran layanan konseling, coaching, training, dan mediasi silakan klik di sini: Daftar Online