Pertanyaan:
Suami Kecanduan Game Online Hingga Mengabaikan Istri dan Anak, Apa Solusinya?
Bu, saya istri yang sedang bingung menghadapi suami. Hampir setiap hari sepulang kerja ia bermain game hingga larut malam. Saat di rumah, waktunya lebih banyak dihabiskan di depan layar daripada bersama keluarga. Anak-anak jarang diajak berbicara atau bermain, dan ketika saya mengajak berdiskusi tentang kebutuhan rumah tangga, ia sering terlihat tidak fokus karena sedang bermain game. Saya sudah beberapa kali menegur dengan baik, tetapi hanya berubah sebentar lalu kembali seperti semula. Apa yang sebaiknya saya lakukan?
Jawaban:
Cara Menghadapi Suami yang Kecanduan Game Online dengan Arif dan Bijaksana
Terima kasih telah berbagi. Kondisi yang Anda alami cukup sering terjadi dalam kehidupan rumah tangga modern. Bermain game sebenarnya bukan masalah selama masih dalam batas wajar dan tidak mengganggu tanggung jawab sebagai suami, ayah, maupun kepala keluarga.
Namun ketika game mulai menyita waktu, perhatian, emosi, dan mengurangi kualitas hubungan keluarga, maka hal tersebut perlu menjadi perhatian serius. Langkah pertama, cobalah memahami bahwa kebiasaan bermain game yang berlebihan sering kali bukan sekadar hobi.
Pada sebagian orang, game menjadi pelarian dari stres pekerjaan, tekanan hidup, rasa jenuh, atau kebutuhan untuk mendapatkan penghargaan dan pencapaian yang tidak mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, hindari memulai pembicaraan saat suami sedang bermain atau ketika emosi sedang memuncak. Pilih waktu yang tenang untuk menyampaikan perasaan Anda. Gunakan kalimat yang berfokus pada perasaan.
Misalnya berujar: “Saya merasa sedih karena kita semakin jarang menghabiskan waktu bersama” daripada “Kamu selalu bermain game dan mengabaikan keluarga.”
Langkah kedua, ajak suami membuat kesepakatan keluarga mengenai waktu bermain game dan waktu khusus untuk keluarga. Misalnya, setelah jam tertentu gadget disimpan dan digunakan untuk berinteraksi dengan pasangan maupun anak-anak.
Langkah ketiga, berikan apresiasi ketika suami menunjukkan perubahan sekecil apa pun. Banyak orang lebih mudah mempertahankan perubahan ketika merasa dihargai daripada ketika terus-menerus dikritik.
Namun apabila kebiasaan tersebut sudah menyebabkan konflik berkepanjangan, mengganggu pekerjaan, kesehatan, keuangan, atau membuat suami sangat marah ketika tidak bisa bermain game, kemungkinan sudah mengarah pada perilaku adiktif yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut melalui konseling keluarga atau terapi perilaku.
Ingatlah bahwa tujuan Anda bukan mengalahkan game, melainkan mengembalikan keseimbangan dalam keluarga. Bangun komunikasi yang hangat, tegas, dan penuh penghargaan agar suami merasa diajak bekerja sama, bukan disalahkan.
Pendaftaran layanan konseling, coaching, training, dan mediasi silakan klik di sini: Daftar Online
Untuk menyaksikan video Bahaya Tersembunyi Di Balik Kecanduan Gadget dan Game Online Pada Anak silakan klik: