Suami Melakukan Kekerasan dalam Rumah Tangga, Saya Harus Bagaimana?

Suami Melakukan Kekerasan dalam Rumah Tangga, Saya Harus Bagaimana?

Pertanyaan:

Suami Melakukan Kekerasan dalam Rumah Tangga, Saya Harus Bagaimana?

Suami saya kalau marah sering mengeluarkan kata-kata kasar, membentak, mengusir saya dari rumah, mengancam, bahkan memukul saya dan anak-anak. Kejadian ini sudah berulang kali. Setelah marah reda, kadang suami menyesal dan meminta maaf, tetapi nanti terulang lagi. Saya bingung apakah suami saya mengalami gangguan mental tertentu atau memang temperamental dan kasar. Saya juga khawatir dengan kondisi mental anak-anak karena sering melihat pertengkaran dan kekerasan di rumah. Apa yang sebaiknya saya lakukan? Apakah saya harus bertahan, melawan, atau mencari jalan lain? Mohon pencerahannya Bu.

Jawaban:

KDRT Tidal Normal, Anda Harus Menerapi Suami/Istri untuk Perubahan

Terima kasih telah berani menceritakan kondisi yang Anda alami. Dalam pandangan konseling, situasi ini bukan sekadar masalah suami yang mudah marah, melainkan sudah termasuk pola kekerasan dalam rumah tangga, baik secara verbal, emosional, dan fisik.

Perilaku seperti membentak, menghina, mengancam, mengusir, merendahkan, hingga memukuli pasangan dan anak-anak bukan bentuk ketegasan atau luapan emosi biasa (up-normal). Terlebih jika terjadi berulang kali dan membentuk pola yang terus menerus.

Banyak korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) bertahan karena berharap pasangan berubah setelah meminta maaf. Namun dalam konseling keluarga, penyesalan setelah kekerasan tidak selalu berarti perubahan yang nyata jika tidak disertai kesadaran, tanggung jawab, dan bantuan profesional.

Yang perlu dipahami adalah marah bukan alasan untuk menyakiti. Semua orang bisa dan berhak untuk marah, tetapi tidak semua orang memilih melakukan kekerasan.

Suami Mengalami Gangguan?

Belum tentu bisa langsung disimpulkan memiliki gangguan mental tertentu tanpa pemeriksaan profesional. Namun perilaku yang mudah meledak, agresif, kasar, dan berulang bisa berkaitan dengan beberapa kondisi. 

Di antaranya kesulitan mengendalikan emosi, pola agresivitas yang dipelajari sejak kecil, trauma masa lalu, gangguan pengendalian impuls, penyalahgunaan alkohol atau zat tertentu, atau gangguan kepribadian.

Meski demikian, penting dipahami bahwa apa pun penyebabnya, kekerasan tetap tidak dibenarkan dalam norma, adat, agama, dan Undang-Undang (UU). 

Perlu dipahami, kami berfokus bukan hanya mencari label gangguan pada suami Anda, tetapi melihat apakah perilaku tersebut membahayakan pasangan dan anak-anak serta apakah ada kemauan nyata untuk berubah.

Karena banyak pelaku kekerasan sebenarnya memahami bahwa tindakannya salah, tetapi tetap mengulanginya ketika emosi muncul.

Dampak Kekerasan kepada Istri dan Anak

Kekerasan yang terjadi terus-menerus dapat meninggalkan luka psikologis yang dalam. Pada istri, kondisi ini dapat menimbulkan:

  • Trauma 
  • Cemas dan depresi
  • Merasa tidak berharga
  • Rasa takut berkepanjangan
  • Kehilangan rasa percaya diri
  • Kelelahan mental karena dalam tekanan

Sementara pada anak-anak, melihat ayah memukul atau mengancam ibu dapat memengaruhi perkembangan emosi dan mental mereka. 

Anak bisa menjadi penakut, cemas, mudah marah, sulit percaya pada orang lain, mengalami trauma, atau bahkan meniru perilaku kasar tersebut saat dewasa nanti.

Karena itu, menjaga anak tetap berada dalam lingkungan yang aman merupakan hal yang sangat penting.

Istri Harus Melakukan Apa?

Dalam konseling keluarga, keselamatan menjadi prioritas utama. Jika suami sedang berada dalam kondisi sangat marah dan agresif, fokus pertama bukan memenangkan perdebatan, melainkan melindungi diri dan anak-anak.

Jika situasi mulai membahayakan, silakan istri dan anak-anak untuk:

  • Mencari tempat aman
  • Jauhkan anak dari konflik
  • Hindari melawan secara fisik
  • Hubungi keluarga/pihak yang bisa membantu

Menyelamatkan diri bukan berarti durhaka atau gagal sebagai istri, tetapi bentuk perlindungan terhadap keselamatan diri dan anak-anak.

Setelah kondisi tenang, penting untuk melihat apakah suami memiliki kesadaran untuk berubah. Perubahan yang sehat biasanya ditunjukkan dengan:

  • Bersedia didamping profesional
  • Bersedia ikut konseling/terapi mental
  • Mengakui kesalahan tanpa menyalahkan pasangan
  • Menunjukkan perubahan perilaku secara konsisten

Bantuan Profesional Sangat Penting

Anda tidak perlu menghadapi semua ini sendirian. Konseling sangat menyarankan korban kekerasan untuk memiliki support system yang aman, seperti keluarga terpercaya, sahabat, konselor, psikolog, atau pihak perlindungan perempuan dan anak.

Di Indonesia tersedia layanan pengaduan dan perlindungan bagi perempuan dan anak korban kekerasan. Seperti SAPA 129, UPTD PPA, KPAI atau lembaga perlindungan lainnya di masing-masing daerah.

Mencari bantuan bukan membuka aib keluarga, melainkan langkah untuk melindungi kesehatan fisik dan mental seluruh anggota keluarga.

Harus Bertahan atau Pergi?

Tidak ada jawaban yang sama untuk setiap rumah tangga. Konseling tidak bertujuan memaksa seseorang bertahan ataupun berpisah secara terburu-buru. Namun ada pertanyaan penting yang perlu direnungkan:

  • Apakah suami benar-benar mau berubah?
  • Apakah anak-anak dalam trauma/ketakutan?
  • Apakah Anda masih aman saat berada di rumah?
  • Apakah kekerasan semakin berat dan membahayakan?

Perkawinan seharusnya menjadi tempat bertumbuh, bukan tempat yang dipenuhi rasa khawatir dan takut yang meneror setiap waktu.

Jika pasangan terus melakukan kekerasan tanpa usaha berubah, maka mempertimbangkan perlindungan diri dan anak-anak adalah langkah yang bijaksana.

Saran Ibu Ica

Perilaku KDRT tidak hanya menimpa istri. Terkadang suami bisa juga mengalami KDRT dari istrinya karena istri seorang olahragawan berat.

Misalnya istri berprofesi olahraga berat: atlet silat, taekwondo, karateka, atau atlet angkat beban berat dan kondisi ini juga sering menimpa para suami. 

Suami maupun istri yang memiliki temperamental, kasar, dan perangai buruk membutuhkan pertolongan serius dari ahli dan profesional. 

Suami, istri dan anak-anak juga membutuhkan perlindungan serta pemulihan emosional. Dalam rumah tangga yang sehat, pasangan mungkin berbeda pendapat dan bisa marah, tetapi tidak saling merendahkan, mengancam, atau menyakiti (memukul/mencubit).

Tujuan konseling bukan sekadar mempertahankan rumah tangga apa pun kondisinya, melainkan membantu keluarga membangun hubungan yang aman, sehat, dan penuh penghargaan.

Suami, istri dan anak-anak berhak hidup tanpa kekerasan. Terlebih anak-anak berhak untuk tumbuh dalam lingkungan yang membuat mereka merasa aman, nyaman dan dicintai.

Related Articles

Pasangan Dingin Saat Berkomunikasi Apakah Saya Terlalu Sensitif

Pasangan Dingin Saat Berkomunikasi, Apakah Saya Terlalu Sensitif?

Pasangan Dinyatakan Mandul Haruskah Saya Bertahan atau Mundur Teratur

Pasangan Dinyatakan Mandul Haruskah Saya Bertahan atau Mundur Teratur?

Haruskah Saya Batalkan Perkawinan Karena Perbedaan Status Sosial?

Haruskah Saya Batalkan Perkawinan Karena Perbedaan Status Sosial?

The Marriage

Marriage counseling helps married couples work through challenges in their relationship. It focuses on important issues like finances, parenting, and major life changes that affect married partners differently than dating couples. A licensed couples therapist guides couples to improve communication, solve problems, and strengthen their bond. Unlike individual therapy, marriage counseling looks at relationship patterns and shared challenges. It also focuses on commitment and building a strong future together

The Goals

Marriage counseling helps couples improve communication, resolve conflicts, and rebuild intimacy. Licensed therapists work with both partners to identify negative patterns, practice active listening, and create positive interactions that strengthen the relationship. The goal is to help husbands and wives communicate openly, reconnect emotionally, and develop a stronger bond. Counseling also encourages ongoing effort, understanding, and intentional actions to build a healthy, lasting partnership together, happily, successfully

The Types

In-person therapy, traditional sessions let therapists observe body language and guide partner communication. Online counseling is convenient, especially for couples with busy schedules or limited options. Secure video calls, like via Zoom, can be as effective as in-person sessions. Intensive retreats provide focused, immersive work on relationship issues. These options help couples choose the format that best fits their schedule, comfort, and goals, while supporting improved communication and stronger connections

20% OFF

Endless Happiness

Rica Irma Dhiyanti
Rp52.000 Rp65.000
 

Buku ini membimbing pembaca memahami berbagai “ranjau kehidupan” yang sering menghambat perjalanan menuju kebahagiaan. Dengan membangun kapasitas diri dan pola pikir yang tepat, seseorang dapat melangkah lebih bijaksana dalam mengambil keputusan.

Deskripsi

 

Kebahagiaan terletak di setiap sudut kehidupan. Namun, banyak ranjau-ranjau yang mengintai dan siap menjebak Anda di sepanjang perjalanan hidup.

Melalui buku ini, Anda akan dibimbing untuk mewaspadai berbagai ranjau kehidupan dan melangkah menuju hamparan rumput hijau kebahagiaan.

Informasi Buku

 
Bahasa : Indonesia
Tanggal Rilis : 04 Februari 2026
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Halaman : 188 Halaman
Penulis : Rica Irma Dhiyanti
Format : EPUB

Menjadi Diri Sendiri – 90 Hari Upgrade Diri

Rica Irma D.
 

Buku ekslusif panduan transformasi diri selama 90 hari untuk membantu Anda mengenal potensi, memperkuat mental & emosi, serta melangkah menuju versi terbaik diri Anda.

Deskripsi

 

Menjadi diri sendiri adalah perjalanan, bukan tujuan instan. Banyak orang ingin berubah, tetapi tidak tahu harus mulai dari mana, bingung memahami potensi diri, dan terjebak dalam kebiasaan lama yang menahan langkah mereka. Perubahan besar tidak terjadi dalam semalam. Tetapi dalam 90 hari, Anda bisa memulai transformasi yang mengubah hidup selamanya.

Informasi Buku

 
Judul : Menjadi Diri Sendiri – 90 HUD
Bahasa : Indonesia
Format : Cetak
Program : 90 Hari Bertransformasi
Penulis : Rica Irma D.
Kategori : Pengembangan Diri

Perceraian & Dampak Psikologis Terhadap Anak

Health & Beauty – Sehat Mental dengan Self Hipnosis

Bahaya Kecanduan Gadget dan Game Online Pada Anak

Alamat Praktik

 
Perumahan Villa Sampurna II
Kel. Tiban Baru, Kec. Sekupang
Batam, Kepulauan Riau

Jam Layanan

 
◇ Senin–Minggu 07.30–20.30 WIB
◇ Harus dengan perjanjian

Durasi Sesi

 
◇ Konsultasi 10 menit
◇ Tes STIFIn 20 menit
◇ Konseling 60 menit
◇ Tambahan 30 menit

Jenis Layanan

 
◇ Online & Offline
◇ Undangan privat
◇ Konseling di kantor
◇ Konseling di luar
◇ Zoom, Google Meet, dllnya

Pendaftaran

 
◇ Mengisi pendaftaran
◇ Bayar DP/pelunasan

Pembayaran

 
◇ BCA 807-081-6734
◇ Rica Irma Dhiyanti
◇ Konfirmasi Transfer
◇ Dana Diterima
◇ Penjadwalan Anda
◇ Konseling Dimulai

Ketentuan

 
Silakan membaca seluruh informasi dalam website ini sebelum menghubungi kami.

Alamat, durasi, biaya, dllnya sudah tersedia.

Pertanyaan yang sudah tercantum tidak akan ditanggapi melalu pesan pribadi.

Rica Irma Dhiyanti | Copyright © 2000 - All Rights Reserved | SEO Manager and Website Development by Yayasan An Nubuwwah Batam