Mental, Disiplin, dan Kekompakan Digeber: Batam Bersiap Tempur di PORPROV 2026
BATAM – Tim Sepak Bola Kota Batam mendapat pembekalan mental menjelang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Kepri 2026.
Pembekalan tersebut berlangsung di Aula Puskesmas Tiban Baru, Sekupang, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (26/9/2026) malam.
Kegiatan ini melibatkan atlet, pelatih, manajer, dan official Tim Sepak Bola Kota Batam. ASKOT PSSI Kota Batam menghadirkan Rica Irma Dhiyanti sebagai narasumber.
Pembekalan tersebut menitikberatkan pada mental bertanding, disiplin, kepercayaan diri, kekompakan, pengendalian emosi, dan kesiapan menghadapi kompetisi.
Materi motivasi menggunakan pendekatan STIFIn. Pendekatan ini mengajak pemain mengenali kekuatan masing-masing dan menggunakannya untuk kepentingan tim.
“Setiap mesin punya kekuatan. Saat disatukan, tim menjadi lengkap,” ujar Rica Irma Dhiyanti.
Pembekalan juga menekankan pentingnya mental saat pertandingan. Pemain harus tetap fokus ketika menghadapi tekanan dan kelelahan.
“Teknik membuat kita masuk pertandingan. Mental membuat kita bertahan sampai peluit akhir,” jelasnya lagi.
Tim juga didorong menerapkan disiplin dalam setiap aktivitas. Pemain diminta menjaga latihan, istirahat, pola makan, pemanasan, dan pemulihan tubuh.
Selain disiplin, pemain mendapat dorongan untuk terus bekerja keras. Mereka diminta memberikan satu usaha tambahan dalam setiap situasi pertandingan.
“Satu sprint lagi. Satu pressing lagi. Satu duel lagi,” sebut Rica dalam materi motivasi.
Kekompakan menjadi bagian penting dalam pembekalan. Pemain diminta saling membantu dan tidak mengutamakan ego pribadi.
“Jika satu teman jatuh, tim mengangkat. Jika satu teman gagal, tim menutup,” tegas Rica.
Dalam materi mengajarkan pemain untuk segera bangkit setelah melakukan kesalahan. Pemain diminta mengakui kesalahan, melakukan reset, lalu kembali fokus pada permainan.
Kata kunci yang digunakan dalam situasi tersebut adalah “next ball.” Pemain juga diarahkan untuk mengendalikan hal yang berada dalam kendalinya.
Fokus tersebut meliputi konsentrasi, usaha, komunikasi, emosi, dan keputusan di lapangan. Pendekatan STIFIn membagi kekuatan pemain ke dalam lima mesin. Sensing menekankan disiplin.
Thinking berkaitan dengan strategi. Intuiting menonjolkan visi. Feeling menguatkan koneksi. Instinct menekankan respons cepat.
Seluruh pemain kemudian diarahkan membangun satu pola pikir. Mereka diminta mengikuti instruksi pelatih dan menjaga komunikasi yang singkat, jelas, serta positif.
“Saat masuk lapangan, tidak ada lagi kata ‘aku’ yang ada ‘kita’ satu tim,” ujar Rica.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari persiapan Tim Sepak Bola Kota Batam menghadapi PORPROV Kepri 2026.
ASKOT PSSI Kota Batam sebelumnya mengajukan pembekalan bagi atlet, pelatih, manajer, dan official untuk memperkuat kesiapan tim menghadapi kompetisi.
Pembekalan ditutup dengan deklarasi komitmen tim. Para pemain diajak menegaskan kesiapan untuk disiplin, bekerja keras, menjaga rekan satu tim, bertanggung jawab, dan memberikan kemampuan terbaik bagi Batam.
“Satu tim, satu hati, satu target. Batam juara,” harap Rival Pribadi SH, Ketua Umum ASKOT PSSI Kota Batam.