Saya Bekerja Selama 15 Tahun Tidak Pernah Naik Gaji dan Ganti Jabatan
Pertanyaan:
Saya Bekerja Selama 15 Tahun Tidak Pernah Naik Gaji dan Ganti Jabatan
Pagi Ibu Coach Ica, saya merasa sangat lelah dan kehilangan semangat bekerja karena sudah hampir 15 tahun berada di perusahaan yang sama, tetapi gaji tidak banyak berubah dan posisi juga tidak pernah naik. Lama-kelamaan muncul rasa bosan, tidak dihargai, bahkan merasa hidup jalan di tempat. Kadang saya berpikir untuk resign dan mencari pekerjaan baru, tetapi di sisi lain saya takut memulai dari nol lagi. Apakah kondisi seperti ini bisa dianalisa melalui coaching? Bisakah coaching membantu memperbaiki kualitas SDM yang saya miliki dan membantu menentukan apakah saya harus bertahan atau pindah kerja?
Jawaban:
Coaching Melihat Akar Masalah Karier Bukan Hanya Sekadar Bertahan
Terima kasih Mas/Mbak yang telah berbagi dengan Coach Rica Irma Dhiyanti. Dalam perspektif coaching individu, kondisi seperti ini dipahami bukan hanya sebagai masalah pekerjaan, tetapi juga berkaitan dengan pertumbuhan diri, kualitas kompetensi, arah hidup, dan kondisi psikologis seseorang setelah bertahun-tahun berada dalam rutinitas yang sama.
Sangat wajar jika Anda merasa jenuh, kehilangan motivasi, bahkan merasa tidak berkembang. Perasaan tersebut sering muncul ketika seseorang merasa usaha dan pengorbanannya tidak menghasilkan perubahan yang sangat berarti.
Coaching memandang bahwa stagnasi karier biasanya tidak terjadi karena satu faktor saja. Ada kemungkinan perusahaan memang tidak memberikan ruang berkembang, tetapi ada juga kemungkinan kemampuan diri tidak mengalami peningkatan yang signifikan selama bertahun-tahun.
Kadang seseorang bekerja terlalu lama dalam zona nyaman sehingga kehilangan daya saing, keberanian mengambil peluang, atau tidak lagi mengembangkan keterampilan baru yang dibutuhkan dunia kerja saat ini.
Apakah harus langsung resign? Dalam coaching, keputusan pindah kerja tidak dianjurkan dilakukan karena emosi sesaat, rasa marah, atau kelelahan mental semata.
Coaching membantu seseorang menganalisa kondisi secara objektif terlebih dahulu. Misalnya melihat apakah masalah utama berasal dari lingkungan kerja yang toxic, sistem perusahaan yang tertutup, atau justru karena potensi diri belum berkembang maksimal.
Coaching juga membantu mengevaluasi kualitas SDM yang dimiliki seseorang. Evaluasi ini bukan untuk menghakimi, tetapi untuk memahami posisi diri secara realistis.
Beberapa aspek yang biasanya dianalisa antara lain kemampuan komunikasi, leadership, kedisiplinan, adaptasi terhadap perubahan, kemampuan problem solving, kecerdasan emosional, mental resilience, kemampuan bekerja sama, hingga keberanian mengambil tanggung jawab lebih besar.
Banyak orang merasa tidak dihargai perusahaan, padahal selama bertahun-tahun mereka bekerja dalam pola yang sama tanpa meningkatkan kualitas diri.
Namun ada juga orang yang sebenarnya memiliki kemampuan besar tetapi tidak percaya diri, terlalu nyaman di zona aman, atau takut mencoba tantangan baru.
Karena itu coaching membantu seseorang melihat dirinya dengan lebih jernih dan objektif. Dalam proses coaching, seseorang juga dibantu mengenali apakah ia benar-benar ingin pindah pekerjaan atau sebenarnya hanya mengalami burnout dan kehilangan makna dalam pekerjaannya.
Kadang yang dibutuhkan bukan resign, tetapi memperbaiki pola hidup, memperbarui tujuan hidup, meningkatkan kompetensi, atau mulai membuka peluang baru secara bertahap tanpa harus langsung meninggalkan pekerjaan lama.
Jika akhirnya memang perlu pindah kerja, coaching membantu agar keputusan tersebut dilakukan dengan matang dan terencana. Bukan lari dari masalah, tetapi bergerak menuju kehidupan dan karier yang lebih sehat.
Coaching membantu seseorang menyiapkan mental, meningkatkan kualitas SDM, memperbaiki kepercayaan diri, serta menyusun arah karier yang lebih realistis dan bertumbuh.
Tujuan akhir coaching bukan sekadar membuat seseorang bertahan atau resign, tetapi membantu seseorang memahami nilai dirinya, meningkatkan kualitas kompetensi, dan menemukan kembali arah hidup profesional yang lebih sehat, berkembang, dan bermakna.